Selamat Datang di Gerbang Informasi Pembangunan Desa Sulawesi Tenggara

Tampilkan postingan dengan label Sultra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sultra. Tampilkan semua postingan

Kades Wulanga Jaya Gunakan Operasional Pemdes 3% dari DD Bantu Warganya

Oleh :  LZ Radio


Muna Barat, 15 Oktober 2025 . Pemerintah Desa Wulanga Jaya, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Kabupaten Muna Barat, menyalurkan bantuan sosial kepada warga lanjut usia serta keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit kronis menahun. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Desa yang dibiayai melalui alokasi 3% Dana Desa yang diperuntukkan untuk operasional pemerintahan desa.

Kepala Desa Wulanga Jaya, Rahman, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial Pemerintah Desa dalam membantu warga yang membutuhkan.

 “Hari ini kami bersama aparat desa menyalurkan bantuan sosial kepada warga lansia dan warga yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi sakit kronis menahun. Warga kami ini yang tidak masuk dalam daftar KPM BLT DD karena telah terdaftar sebagai penerima bantuan dari Dinas Sosial. Dana yang digunakan bersumber dari alokasi 3% Dana Desa untuk operasional pemerintahan. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka,” ujar Rahman.

Jumlah Keluarga Penerima Manfaat: 12 Kepala Keluarga (KK. Total Bantuan: Rp. 5.000.000,-

Metode Penyaluran: mendatangi langsung rumah para penerima manfaat untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak, sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah desa dengan masyarakat.

Ia menambahkan, selain kegiatan sosial, Pemerintah Desa juga terus berupaya memastikan agar penggunaan Dana Desa tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi contoh pemanfaatan dana operasional desa yang tidak hanya mendukung kinerja aparatur dan Kepala Desa untuk biaya koordinasi dan kegiatan seremonial, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan sosial warga yang benar-benar membutuhkan.


Salah satu penerima bantuan, Bapak Lamijan, menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas perhatian pemerintah desa.

 “Saya berterima kasih kepada pemerintah desa. Semoga Bapak Kepala Desa selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.
Kegiatan penyaluran bantuan sosial ini turut disaksikan oleh perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat.

(*)  LZ Radi - Editor adalah Korkab P3MD Kab.Muna Barat

Wajib bagi TPP Terus Tingkatkan Keahlian

 Oleh Junaidin / TAPM Kolaka

Koordinator Provinsi TPP P3MD Kemendesa PDT Sulawesi Tenggara, La Ira, S.Sos., mengatakan keterbatasan anggaran saat in bukanlah halangan dalam peningkatan kapasitas TPP. Khusus TPP di Sulawesi Tenggara melalui TAPM Provinsi mengadakan peningkatan kapasitas khusus ditingkat TAPM Kabupaten se Sulawesi Tenggara melalui media Zoom Meeting.

"Kegiatan seperti ini wajib dilakukan setiap bulan, dengan peserta seluruh TAPM Kabupaten. Hal ini sangat efektif untuk menambah pengetahuan dan evaluasi pendampingan yang dilaksanakan selama ini dalam memperbaiki proses pendampingan yang lebih baik lagi,” tegas La Ira saat membuka Rapat Koordinasi tingkat provinsi Sultra ini.

Menurutnya, dalam arahannya Koprov TPP Provinsi Sulawesi Tenggara beberapa hal diantara pentingnya peningkatan kapasitas TPP baik via zoom, rapat koordinasi internal maupun melalui OJT/IST terkait tupoksi TPP; meningkatkan literasi (kehalian) khususnya regulasi terkini terkait pendampingan; TPP mengawal implementasi regulasi; TAPM kabupaten mengkonsolidasi pendampingan Desa baik secara PIC maupun basis wilayah.

Hasil uji petik sampel BPK RI beberapa waktu yang lalu dapat memberikan gambaran bahwa secara umum TPP perlu peningkatan kapasitas baik secara mandiri maupun secera kelembagaan yang diselenggrakan oleh Kemendes PDT. Hal ini dlakukan dalam upaya memertajam proses pelaksanaan pendampingan diberbagai tingkatan. 

Dalam kegiatan ini seluruh TAPM Provinsi memberikan materi dan evaluasi kegiatan pendampingan diantara evaluasi laporan mingguan PPM; laporan insidentil PPM; Evaluasi TPP double job : TPP tidak boleh aktif juga sebagai perangkat Desa, BPD, pengurus KDMP maupun pengurus BUM Desa; evaluasi pelaporan rembuk stunting; pelaporan BUM Desa; pelaporan KDMP.

 Peningkatan kapasitas/kaderisasi; evaluasi media dan informasi khususnya tingkat keaktifan TPP dalam bermedsos; evaluasi realisasi pemanfaatan Dana Desa 2024 dan 2025 baik kegiatan sarpras maupun non sarpras; rekom gaji menjadi tanggung jawab semua TAPM Kab; Rekom gaji dilengkapi surat pengantar, berita acara dan lampiran TPP yang di rekom gajinya; validasi kesesuaian kunjungan lapangan di DRP sesuai dengan bukti pengesahan dan laporan kunjungan lapangan. *) Pewarta adalah Tenaga Ahli P3MD dan PIC Media Kab.Kolaka

Kolaka Utara Siap Suplay Kebutuhan Telur MBG

Kepala Desa Patowonua, Nashar,S.Sos, menceritakan bahwa  merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan buruh harian. Selama bertahun-tahun, warga Patowonua menghadapi tantangan yang cukup serius dalam hal ketahanan pangan, terutama terkait kebutuhan protein hewani. Harga telur ayam yang fluktuatif di pasaran serta ketersediaan yang tidak menentu membuat kebutuhan harian masyarakat sering kali tidak terpenuhi. Di sisi lain, masih banyak lahan pekarangan yang belum termanfaatkan secara optimal.

Pemerintah Desa Patowonua kemudian menyadari bahwa masalah ini tidak hanya berkaitan dengan konsumsi, tetapi juga peluang ekonomi. Potensi besar masyarakat desa yang memiliki semangat gotong royong serta ketersediaan lahan dan sumber pakan alami menjadi modal berharga untuk membangun program ketahanan pangan berbasis ternak unggas, khususnya budidaya ayam petelur.

“Tahun 2025, Anggaran Rp. 226.847.200, dimana sewa lahan Rp. 20.000.000, pembuatan Kandang Rp. 74.000.000, bibit ayam, pakan dan kebutuhan lainya Rp. 132.847.000,” ungkapnya.

Pada awal tahun 2024, melalui forum Musyawarah Desa (Musdes), muncul ide untuk mengembangkan Program Ketahanan Pangan Ayam Petelur. Ide ini berawal dari pengalaman kelompok ibu rumah tangga yang sebelumnya menjalankan usaha kecil olahan makanan, tetapi terkendala pasokan telur yang mahal.

Menurutnya, dalam musyawarah tersebut, Kepala Desa Patowonua bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta tokoh masyarakat sepakat bahwa sebagian Dana Desa tahun berjalan dialokasikan untuk sektor ketahanan pangan, khususnya melalui pengadaan ayam petelur. Program ini diberi nama 'Ketahanan Pangan Berbasis Ternak Ayam Petelur Patowonua', dengan tujuan utama: meningkatkan ketersediaan bahan pangan sumber protein hewani, menumbuhkan ekonomi produktif masyarakat, dan mendorong kemandirian pangan desa secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program dimulai pada pertengahan tahun 2025. Dana Desa dialokasikan untuk beberapa komponen utama, antara lain pembangunan kandang ayam petelur berukuran 20x40 meter dengan kapasitas 1.000 ekor, pengadaan bibit ayam petelur sebanyak 1.000 ekor usia 16 minggu, penyediaan pakan, vitamin, dan peralatan pendukung, serta pelatihan teknis oleh penyuluh peternakan.

Pada tahap awal, kelompok menghadapi beberapa kendala teknis seperti penyesuaian lingkungan kandang dan penyakit ringan pada ayam. Namun, berkat pendampingan intensif dan semangat belajar para anggota, perlahan-lahan semua tantangan dapat diatasi. Kegiatan harian di kandang dilakukan secara bergilir oleh anggota kelompok, dimulai dari pagi untuk memberi pakan dan membersihkan kandang, dilanjutkan dengan pengambilan telur dua kali sehari.

Memasuki bulan ketiga, produksi telur mulai stabil. Rata-rata setiap hari kelompok mampu menghasilkan 300–350 butir telur, atau sekitar 9.000 butir per bulan. Hasil ini jauh melampaui perkiraan awal, sehingga desa memiliki stok telur yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Program ini memberikan dua manfaat sekaligus: pangan terpenuhi dan ekonomi tumbuh. Masyarakat Patowonua kini lebih mudah mendapatkan telur dengan harga terjangkau, sementara keuntungan penjualan digunakan untuk membeli pakan tambahan dan perawatan kandang. Dari keuntungan tersebut, kelompok mampu membentuk tabungan kelompok untuk pengembangan usaha ke depannya.

Selain berdampak ekonomi, program ayam petelur juga membawa perubahan sosial yang nyata. Hubungan antarwarga menjadi lebih akrab karena sering berinteraksi dalam kegiatan kelompok. Melalui semangat kebersamaan, warga desa kini lebih percaya diri untuk mengembangkan ide-ide baru di bidang ketahanan pangan.

Dari sisi lingkungan, limbah kotoran ayam yang semula dianggap masalah kini justru dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk kebun sayur desa, menciptakan siklus ekonomi sirkular sederhana.

Penerima manfaat utama Adalah Masyarakat Desa Patowonua Secara Umum Kolaka Utara Secara Khusus. Apalagi dapat membantu Program Makan Bergizi Gratis.

Keterlibat Dinas Kopersi Dan PMD Untuk Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

Pengembangan program dan jenis usaha dalam peningkatan Aksesibilitas Usaha Memperluas Jenis Usaha yang dibudidayakan untuk mrngurangi resiko dan meningkatkan potensi pasar,Meningkatkan hasil Telur dengan mengoptimalkan tenaga kerja yang sudah ada.(

Rakor TPP Konawe Selatan

 Kegiatan rapat koordinasi TPP merupakan kegiatan yang sifatnya rutinitas diselenggarakan setiap bulan yang bertujuan untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan imlementasi dana desa selama 1 (satu) bulan. Rapat koordinasi bulanan ini juga bertujuan untuk menyampaikan informasi-informasi yang sifatnya urgen untuk ditindaklanjuti oleh TPP secara berjenjang.
Pada momen rakor kali ini di kabupaten Konawe Selatan dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2025 bertempat di kecamatan Landono dan dihadiri oleh seluruh TPP diwilayah kabupaten Konawe Selatan. Pada rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh TAPM Provinsi untuk memantau jalannya rapat koordinasi termasuk meyampaikan materi-materi yang mendesak untuk dipenuhi penyelesaian data-datanya seperti BUMDes, Ketahanan pangan, Koperasi desa merah putih, Pemanfaatan DD, Perencanaan Pembangunan Desa tahun 2026, Media dan Informasi dan lain-lain.