Oleh
: Darmawansyah*)
Penetapan
oleh Presiden Joko Widodo dua tahun lalu, didasarkan atas Undang-Undang Desa
No.4 tahun 2014, yang selanjutnya mengalami revisi menjadi Undang-Undang Desa
No.03 tahun 2024.
Undang-Undang
ini kemudian dijalankan oleh dua kementerian teknis, yakni Kementerian Desa dan
PDT serta Kementerian Dalam Negeri. Sehingga Kepres No.23 tahun 2024 Penetapan
hari Desa Nasional, telah dimandatkan ke Kementerian Dalam Negeri RI Kemendesa
PDT RI.
Melalui
kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto,
maka momentum peringatan Hardenas terus digalakkan, bahkan lebih
semarakkan lagi. sehingga tahun 2025 tanggal 15 Januari, telah dilaksanakan
peringatan Hari Desa Nasional (Hardenas) untuk pertama kalinya dan dilaksanakan
secara serentak di seluruh Indonesia.
Setahun
kemudian, tepatnya 15 Januari 2026, diperingatan Hardenas ke-2 kalinya, dimana
15 kabupaten di Sulawesi Tenggara menggelar sejumlah rangkaian kegiatan di
masing-masing wilayahnya dengan mengacu pada pemusatan Hardenas yang dipusatkan
di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah.
 |
| Rapat Persiapan Hardenas Kolut, melibatkan TPP |
Khusus
untuk Sulawesi Tenggara, dimana 15 kabupaten telah melaksanakan sejumlah ritual
kegiatan yang bertajuk :
1. Jalan Santai dan Kerja
Bakti (utamanya dipusatkan di Ibuota masing-masing kabupaten) dengan doorprize
2. Coaching Clinic
Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih
3. Donor Darah
4. Apel / Upacara Hari
Puncak 15 Januri 2026
Salah
satu testimoni kesiapan kabupaten memeriahkan Hardenas 2026 adalah Kolaka
Utara, dimana sejak awal berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang
ditindadkalnjuti oleh masing-masing Gubernur dan Walikota / Bupati, seperti
(contoh) Sekretariat Daerah Kolaka Utara No.400.102/25/2026 tentang peringatan
Hardenas 2026 dengan mengundang seluruh instansi (dinas / badan dll) termasuk
yang bvertikal, serta seluruh desa-desa, dan pemerintah kecamatan.
 |
Apel puncak Hardenas, TPP berkonstum putih-putih.
|
Sehingga
peringatan kali ini terkesan sangat meriah, dimana seluruh pemdes mengikutkan
serta aparat danwarganya, termasuk BPD untuk ikut terlibat dalam setiap
kegiatan, sehingga wajar saja selama beberapa hari, mulai Tgl 11 – 15 Januari
2025, ibukota kabupaten dipadati dan dimeraihkan ribuan warga dengan berbagai
warna seragam, yang aparat pemkab dan pemdes warna putih, sedangkan yang
lainnya adalah warna sesuai dengan ciri khas adat budaya setempat.
Namun
dalam ‘lautan’ manusia itu, ada sermbongan pejalan santai yang penampilannya
agak uni, yakni seragam kaos warna biru tua. Mereka bergerombol dan
berkelompok-kelompok dalam barisan yang tidak teratur ‘long march’ sepanjang
jalan-jalan utama ibukota.
Usut
punya ust, ternyata kelompk kecil yang berkisar sektiar 50an orang tersebut,
adalah para tenaga pendamping profesional (TPP). Dengan nyali tinggi dan ‘sok’
akrab berbaur dlam berbagai ‘kontingen’.
Kemeriahan
ini tidak sampai disitu saja, apalagi jauh hari sebelumnya telah tersebar issu
bahwa jalan santai dalam rangka kemeriahan Hardenas itu kan dipadati berbagai
hadiah (doorprize), bahkan puluhan juta. Inilah yang memancing warga (bukan
aparat) turut ramai dalam kemeriahan itu.
Bahkan
ada tiga atau empat orang TPP juga menikmati hadiah tersebut, dengan hadiah
satu kardus besar, entah apa isinya. Dengan rasa riang gemberi pada maka sorak
sorai “Desa Terdepan, Indonesia Maju. TPP Kolaka Utara Garda Terdepan bangun
Desa”.
Apaka
kemeriahan sudah berhenti pada tanggal 11 Januari itu ? Nyatanya tidak, karena
hari birkutnya sejumlah kegiatan hiburan, seperti pertanidngan domino
(berbpasangan) tak pela ikut hadir dalam kemeririahan itu, bahakan ada pihak
ketiga rela bersumbang hadiah dengan jumlah puluhan juta rupiah.
Pasngannya
pemain sampai menjadi 400an orang lebih, dan diantara ratusan peserta itu, puluhan
orang datang dengan menempuh perjalan jauh datang dari provinsi lain, seperti
dari Kab.Luwu Utara, Kota Palopo, Luwu Timur. Semuanya dari Provinsi Sulawesi
Selatan, ikut berkompetisi.
Di
Hari-hari berikutnya adalah bagaimana melakukan progres keoperasi desa /
kelurahan merah putih, utamanya dalam kesiapan lahan pembanguna gudang dan
gerai. Hal ini telah terlaporkan oleh Kadis Koperasi dan UMKM Kab.Kolaka Utara
melalui koordinasi dengan para pihak, termasuk TAPM Kolut, yang dikemas dalam
kegiatan Coaching Clinic KDKMP.
Pada
hari puncak, sejak pagi buta, 15 Januari 2026, sejumlah rombongan dari
perbatasan Sulsel – Sultra, muali terlihat memasuki Ibuota Lasusua. Ternyata ini
rombongan aparat desa dari kec.Tolala, Batu Putih serta Porehu, wilayah sangt
jauh dari Ibukota Lasusua, termasuk rombongan aparat desa dan BPD dari
kecamatan perbatasan dengan Kab.Kolaka Sultra.
Begitu
jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WITA, maka pimpinan apel memerintahkan
seluruh perwakilan, rombongan, termasuk barusan TPP, sudah memasuki lapangan
upacara.
Kali
ini momentum puncak Hardenas, di bawah pembina apel Wakil Bupati Kolaka Utara,
H.Jumardin. Diaman dalam sambutannya
mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran, intansi teknis,
pemerintah kecamatan dan pemdes, bahkan seluruh masyarakat atas partisipasinya
dalam pembangunan desa . Dimana Kolaka Utara telah menjadikan desa sebagai
lokomotif penggerak utama pembangunan di daerah ini.
“Desa
tidak lagi menempatkan dirinya padaobyek pembangunan. Bukan sekadar alat dari
sistem pembangunan nasional. Tetap adalah pelaku utama dalam desaign
pembangunan daerah,” ungkapnya.
 |
| Apel Kab.Konawe |
Untuk
itu, maka Hardenas menjadi momentum penting dalam melihat Kolaka Utara sebagai
kabupaten yang mengendapankan nilai-nilai pembangunan yang diletakkan pada pondasi yang benar dan tepat,
yaitu desa.
Untuk
itu, Jumardin meminta kepada seluruh jajaran birokrasi dan warga Kolaka Utara
untuk terus mendorong desa-desa agar lebih giat lagi, lebih kreatif, lebih
inovatif, dalam melaksanakan pembangunan.
Usai
apel, Wakil Bupati Kolut menyempatkan berfoto bersama dengan sjumlah aparat
dinas, kadis /kaban, para camat, para kades, anggota BPD, dan tak ketinggal
khusus untuk TPP Kolaka Utara. “Tentu harapan terbesar kita akan letakkan di
desa dalam masa depan Kolaka Utara ke depan,tak terkecuali peran-peran
strategis dan sangat menentukan bagi kawan-kawan pendamping desa” ungkapnya
seraya metittipkan agenda-agenda pembangunan desa ke depan tetap terfasilitasi
oleh TPP.
*) Koordinator Provinsi
TPP Sulawesi Tenggara